Istriku tulisan ini mungkin akan sedikit panjang untuk di baca, namun semoga kamu menikmati setiap kata dari baris aksara yang ku-susun malam ini. Tulisan ini ada setelah aku mendengar sebuah lagu. Saat mendengarnya, entah kenapa tiba-tiba langsung terbesit di pikiranku tentang semua hari yang sudah kita lewati. Tidak tahu pasti apa arti semua lirik itu, namun ada sebuah lirik yang paling kuingat “I see trees of green, red roses to, I see them bloom for me and you” (aku melihat pepohonan yang hijau, mawar merah juga, aku melihat mereka merekah untukku dan untukmu). Seperti saat ini, aku ingin setiap insan yang berada di sekitar kita bisa merasakan dan mendoakan kebahagiaan kita. Istriku, apa kamu ingat sosokku beberapa tahun lalu, lelaki yang mungkin sama sekali tidak kamu kenal, asing, dan seakan tidak bisa engkau jangkau. Namun kamu perlu tahu, dulu pun di mataku engkau demikian. Wanita asing, tak ku-kenal ,dan tanpa sedikit pun komunikasi terjalin antara kit...
Kisah kali ini lebih aku fokuskan pada kejadian-kejadian ganjil di rumah kakak pertamaku. Sebelum jauh membahasnya, aku akan menyebutkan fakta-fakta lahan yang akan didirikan bangunan oleh kakakku ini. Pertama, lahan dimana rumah kakakku berdiri terletak dikampung paling belakang yang langsung berbatasan dengan tegalan (sawah kering); kedua, dilahan ini dulu hanya berdiri satu rumah saja, yakni rumah milik Bapak Yit dan keluarga; ketiga, di lahan ini dulunya beberapa kali dipakai sebagai kuburan bayi dari ibu-ibu yang keguguran. Karena beberapa kondisi itu, lahan yang selanjutnya akan didirikan rumah oleh kakakku ini memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan lahan-lahan lainnya. Harga murah ini yang kemudian menjadi alasan utama kenapa kakakku dulu membelinya. Sekitar tahun 2008, rumah kakakku ini mulai dibangun. Dari proses pembangunan, sudah ada beberapa kejadian-kejadian ganjil yang harus dihadapi oleh beberapa anggota keluarga, khususnya adik dan Almarhum...