Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Mereka Mengawasi (Cerita Horor)

Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2010, saat aku masih duduk di kelas dua Sekolah Menengah Pertama. Mungkin seperti anak-anak SMP pada umumnya, pada usia ini aku masih sering sekali keluar malam, hanya untuk sekedar nongkrong bersama teman-teman di desa. Lupa pada waktu itu ada tujuan apa, namun yang aku ingat jelas tiba-tiba salah seorang teman mengajak untuk pergi berkemah di salah satu lahan sawah atau tegalan pada wilayah desaku. Malam itu ada aku dan 4 orang temanku namanya aku samarkan yakni menjadi Angga, Mas Wijaya, Alfin, & Yudi. Obrolan dimulai oleh Yudi. “rek gak kepingin kemah a ndk ganjaran?, iku loh ndk tegalane bapakku” (rek tidak ingin kemah di ganjaran, itu loh di tegalan milik ayahku) “kapan Yud?” Mas Wijaya menyahut dengan penasaran “arek-arek isone kapan? lek aku seh saran malem minggu mene iki, mompong mene ne preian” (teman-teman bisanya kapan, kalau aku saran malem minggu besok ini, mumpung besoknya kita libur) “yokpo rek isok gak awakmu?” (gim...

Wanita dan Kontrasepsi

Wanita dan Kontrasepsi Oleh : Wahyu Setiawan Deskripsi : Foto E.S. seorang ibu yang memiliki dua orang anak, waktu hamil anak kedua beliau disalahkan oleh sang suami karena tidak mengikuti program KB (foto penulis, 23 Oktober 2018) Sebagai sebuah negara, Indonesia masih memiliki banyak permasalahan yang mesti diselesaikan. Salah satu permasalahan yang ada adalah masalah kepadatan penduduk, sebagai akibat dari membludaknya angka kelahiran. Berdasarkan data BKKBN (2007 dalam Prabowo & Sari, 2011) jumlah penduduk Indonesia sekitar 224,9 juta jiwa dan menempati posisi ke-4 setelah Cina, India dan Amerika Serikat sebagai negara yang memiliki penduduk terpadat di dunia. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan diadakannya program KB (Keluarga Berencana) bagi seluruh keluarga yang ada di Indonesia. Fokus dari program ini adalah mengontrol jumlah kelahiran dalam satu keluarga, sehingga tercapai jumlah k...

Broken Home

Broken Home Oleh : Wahyu Setiawan Istilah broken home mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Mungkin secara sederhana saya bisa mengartikan broken home sebagai suatu kondisi yang bisa dikatakan tidak sehat pada lingkungan keluarga. Dianggap tidak sehat karena lingkungan keluarga yang seharusnya dapat menjadi tempat paling nyaman dan aman, malah berubah menjadi tempat yang bisa dibilang penuh dengan tekanan. Dari tekanan batin sampai tekanan fisik seperti kekerasan dalam keluarga. Saya tertarik membahas broken home karena kondisi ini sering kali saya alami dilingkungan keluarga. Dari mini pengamatan, broken home yang sedang menimpa keluarga saya bisa diasumsikan terjadi karena belum siapnya saudara-saudara (kakak) mengatur keluarga yang telah ditinggalkan oleh kedua orang tua. Sehingga anggota keluarga yang seharusnya dapat menjadi panutan oleh adik-adiknya, sering kali mengedepankan ego asing-masing untuk menyelesaikan permasalahan. Hal semacam ini kemudian memb...