Langsung ke konten utama

Hujan Pagi Hari (Cerpen)


Hujan Pagi Hari
Oleh : Kurniasih
           
Tidak seperti biasanya, hari ini hujan turun di waktu yang masih pagi, seoarang gadis muda duduk pada sebuah sofa yang ada di dalam rumahnya. Gadis tersebut bernama Lili seorang musisi yang profesional. Ada yang berbeda dari sikap Lili di pagi itu, dimana dia yang biasanya semangat memulai pekerjaanya, akan tetapi pagi itu Lili terlihat murung sambil sesekali memandangi langit yang berwarna putih keabu-abuan disertai dengan hujan yang tidak begitu deras. Ternyata tersimpan cerita dibalik hujan di pagi hari tersebut, Lili yang sekarang tinggal di Kota Bandung bukanlah penduduk asli di kota tersebut. Lili merupakan penduduk pendatang yang berasal dari Bali.
Tepatnya 15 tahun lalu, Lili tinggal pada sebuah wilayah yang ada di Pulau Bali. Saat itu umur Lili masih 12 tahun. Tidak ada yang unik di tempat tinggal Lili, selain hujan yang sering turun di waktu pagi. Seperti anak pada umumnya, Lili setiap harinya menghabiskan waktu didalam sekolah dan ketika pulang Lili pergi bermain bersama temannya. Teman Lili tidaklah banyak, karena tidak ada anak yang usinya seumuran di sekitar tempat tinggal Lili, selain satu anak laki-laki bernama Reno. Lili dan Reno mempunyai latar belakang keluarga yang hampir sama, dimana kedua orang tua mereka merupakan seorang buruh pabrik. Mungkin karena itulah dari kecil hingga saat itu, hampir setiap hari Lili selalu nyaman bermain dengan Reno. Permainan yang sering dimainkan mereka adalah permainan laki-laki seperti sepakbola, penampilan Lili pun juga demikian seperti anak Laki-laki, itulah mengapa Reno menganggap Lili sebagai gadis tomboy.
Kegiatan tersebut terus berlangsung hingga usia mereka menginjak 14 tahun, akan tetapi keadaan sudah mulai berubah. Satu minggu lagi keluarga Lili harus pindah ke Bandung, hal tersebut karena ayah Lili yang dulunya hanya sebagai buruh, sekarang naik jabatan dan oleh perusahaan dipindahkan kerja ke Bandung untuk menghandle buruh disana. Sebenarnya keluarga Lili terpaksa melakukannya, akan tetapi karena alasan ekonomi yakni untuk meningkatkan perekonomian dikeluraga mereka, akhirnya mau tidak mau mereka harus berpindah dari Bali ke Bandung. Mengdengar kabar itu Lili hanya bisa menerimanya, tanpa memberikan komentar apapun, Lili menganggap hal itu memang perlu dilakukan demi kesejahteraan keluarga walaupun dia harus meninggalkan teman dan juga lingkungan tempat tinggal yang ada di Bali. Namun hari itu hanya Reno yang Lili pikirkan, dia ingin menceritakan mengenai kepindahannya, sekaligus berpamitan pada Reno. Akan tetapi Lili tidak bertemu dengan Reno dihari itu.
Keesokan harinya, suatu ketika di waktu yang masih pagi Lili disuruh pergi ke rumah Paman untuk mengambil beberapa barang, kediaman paman Lili cukup jauh, sikiatar 4 Kilometer dari rumah Lili. Ketika perjalanan menuju kesana mendadak hujan turun dengan deras, dan memaksa Lili untuk berteduh didepan sebuah toko. Entah kebetulan atau gimana, Reno tiba-tiba keluar dari dalam toko tersebut dan menyapa Lili. Sadar bahwa Lili tidak akan pernah bertemu Reno lagi, Lili keliatan sangat senang bertemu dengan Reno. Sambil berteduh seperti biasanya mereka bercanda sambil berbincang-bincang. Suasana mulai berubah ketika Lili mulai membahas mengenai kepergiannya. Muka Reno yang ceria, seketika berubah menjadi murung dan sedih. Reno seakan tak percaya bahwa teman masa kecilnya secara tiba-tibba akan meninggalkannya. Reno akhirnya memohon kepada Lili agar tidak ikut ke Bandung, Menurutnya Lili masih bisa tinggal dirumah saudaranya yang ada di Bali. Setelah menjelaskan alasan mengapa Lili ingin pindah ke Bandung, Reno mulai mengerti dan tidak menyuruh Lili untuk tetap tinggal di Bali dengan syarat bahwa 5 hari sebelum Lili berangkat ke Bandung, Lili harus menghabiskan waktunya dengan Reno dan akhirnya Lili pun setuju.
Pagi itu awan seakan tidak mau berhenti mengeluarkan airnya, Reno dan Lili masih berteduh didepan sebuah toko. Suasana mulai seperti biasanya, kerena Lili berusaha menghibur Reno dengan setuju menerimima permintaan Reno untuk 5 hari kedepan. Di waktu yang sama Reno bilang kepada Lili bahwa seandainya rambut Lili panjang dan sifatnya lebih feminim mungkin dia akan jatuh cinta padanya dengan nada bercanda. Akan tetapi entah kenapa Lili menaggapi hal tersebut dengan serius, dengan menunjukkan wajah yang memerah sambil menghadapkan kepalanya ke bawah Lili berkata “ Benarkah Reno??”. Sambil tersenyum Reno meresponnya dengan mengatakan “Iya benar Lili, pasti kamu akan terlihat lebih cantik dan akupun bisa dipastikan akan suka denganmu, tidak hanya aku mungkin laki-laki lain juga demikian”. Sejak saat itu Lili bertekat akan memanjangkan rambutnya dan bersikap lebih feminim, Lili tidak menyadari kenapa dia begitu semangat akan merubah dirinya. Dan hanya satu hal yang dia mengerti pada hujan pagi itu, yakni bahwa Reno adalah alasannya untuk berubah dan “Hujan Pagi Hari” menjadi saksi tekad kuatnya tersebut.
Selama lima hari kedepan Lili dan Reno telah menghabiskan waktu mereka bersama-sama, akhirnya tibalah saatnya untuk Lili dan keluarganya berangkat pindah ke Bandung. Masih berat rasanya bagi Lili meninggalkan Reno dan kampung halaman, tapi Lili tidak dapat berbuat apa-apa. Dari saat itu Lili dan Reno tidak saling menghubungi lagi. Lili pun mulai fokus dengan kehidupan barunya di Bandung dan dia mulai mengejar cita-cita masa kecilnya yakni menjadi seorang musisi terkenal. Lili mengasah segala hal yang berhubungan dengan lagu, dia juga sudah mulai belajar membuat lagu-lagu sederhana. Tahun demi tahun sudah berlalu, kini usia Lili sudah 27 tahun, dia menjelma menjadi musisi cantik berambut panjang. Hampir seluruh masyarakat di Indonesia mengenal Lili karena lagu-lagu ciptaannya yang enak di dengar dan tidak jarang menyentuh hati pendengarnya. Lagu ciptaan Lili yang paling terkenal berjudul “Hujan Pagi Hari” inilah lirik dari lagu tersebut :

Hujan Pagi Hari

“Suara rintikan hujan menyatukan rindu kita
Aliran air yang datang dari langit membawa sebuah pesan
Sebuah pesan dari lubuk hati yang selalu ingin aku sampaikan padamu
Hanya aku dan hujan yang tau isi dari pesan itu

Tentu kamu tahu bukan, hujan yang aku maksud
Yakni, Hujan yang turun katika mentari baru menampakkan wujudnya
Hujan yang turun ketika langit yang gelap menjadi putih keabu-abuan
Hujan itu adalah hujan pagi hari

Hujan pagi hari membuat aku selalu mengingat dirimu
Mungkin sebuah kenangan bisa memudar
Mungkin hari itu juga sudah berlalu
Tapi kenangan di hujan pagi hari tak akan memudar maupun berlalu”

Kembali lagi saat Lili duduk di sebuah sofa rumahnya, sambil memandangi hujan dan mengingat masa lalunya, Lili mulai teringat bahwa hari ini ada jadwal wawancara dengan seorang warwatawan salah satu stasiun TV, mengenai cerita kesuksesannya. Lili bersiap-siap untuk proses wawancara di kediamannya. Setelah lama menunggu kedatangan warwawan tersebut, beberapa jam kemudian wartawan bersama crew-nya datang ke kediaman Lili.  Ketika mendengar suara bel rumah yang berbunyi, Lili bergegas menuju pintu rumah dan membukanya. Setelah Lili membuka pintu rumahnya, betapa terkejunya Lili dengan sosok wartawan yang berdiri di depan pintu rumahnya. Ternyata wartawan itu adalah Reno teman masa kecilnya, secara reflek Lili memeluk Reno dengan erat, begitupun dengan Reno.
Setelah itu proses wawancara pun berlangsung, dan sampailah pada pertanyaan mengenai lagu paling terkenal Lili yakni “Hujan Pagi Hari”. Lili bercerita bahwa lagu tersebut menceritakan kenangannya dengan seorang laki-laki 13 tahun lalu. Sejak berpisah dengan laki-laki tersebut selama 13 tahun lamanya, Lili selalu merindukan kehadiran sosok laki-laki tersebut dalam hidupnya. Dan ingin menyampaikan sebuah pesan kepada laki-laki tersebut, pesan yang dia pendam selama bertahun-tahun lamanya, isi pesan itu adalah bahwa Lili baru sadar bahwa dia sangat mencintai laki-laki itu, hanya dia laki-laki yang dapat membuatnya berubah seperti sekarang dan hanya dia laki-laki yang dapat mendampingi hidupnya hingga masa-masa tua. Laki-laki itu tak lain dan tak bukan adalah Reno seorang wartawan yang sedang mewawancarainya. Sejak Lili mengungkapkan isi hatinya lewat lagu yang dia diciptakan kepada Reno, Lili dan Reno semakin sering bertemu dan menghabiskan waktunya bersama-sama seperti saat mereka berada di Bali dulu. Dan hingga sekarang mereka masih tetap menjalin hubungan dan akan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.


Wahyu Setiawan

Hujan Pagi Hari adalah Saksi Bisu Kisah Hidup Reno dan Lili. Bagi orang lain tak ada yang istimewa dari hujan pagi hari, tapi bagi mereka hujan pagi hari menjadi simbol dan arti sebuah cinta yang abadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mereka Mengawasi (Cerita Horor)

Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2010, saat aku masih duduk di kelas dua Sekolah Menengah Pertama. Mungkin seperti anak-anak SMP pada umumnya, pada usia ini aku masih sering sekali keluar malam, hanya untuk sekedar nongkrong bersama teman-teman di desa. Lupa pada waktu itu ada tujuan apa, namun yang aku ingat jelas tiba-tiba salah seorang teman mengajak untuk pergi berkemah di salah satu lahan sawah atau tegalan pada wilayah desaku. Malam itu ada aku dan 4 orang temanku namanya aku samarkan yakni menjadi Angga, Mas Wijaya, Alfin, & Yudi. Obrolan dimulai oleh Yudi. “rek gak kepingin kemah a ndk ganjaran?, iku loh ndk tegalane bapakku” (rek tidak ingin kemah di ganjaran, itu loh di tegalan milik ayahku) “kapan Yud?” Mas Wijaya menyahut dengan penasaran “arek-arek isone kapan? lek aku seh saran malem minggu mene iki, mompong mene ne preian” (teman-teman bisanya kapan, kalau aku saran malem minggu besok ini, mumpung besoknya kita libur) “yokpo rek isok gak awakmu?” (gim...

Wanita dan Kontrasepsi

Wanita dan Kontrasepsi Oleh : Wahyu Setiawan Deskripsi : Foto E.S. seorang ibu yang memiliki dua orang anak, waktu hamil anak kedua beliau disalahkan oleh sang suami karena tidak mengikuti program KB (foto penulis, 23 Oktober 2018) Sebagai sebuah negara, Indonesia masih memiliki banyak permasalahan yang mesti diselesaikan. Salah satu permasalahan yang ada adalah masalah kepadatan penduduk, sebagai akibat dari membludaknya angka kelahiran. Berdasarkan data BKKBN (2007 dalam Prabowo & Sari, 2011) jumlah penduduk Indonesia sekitar 224,9 juta jiwa dan menempati posisi ke-4 setelah Cina, India dan Amerika Serikat sebagai negara yang memiliki penduduk terpadat di dunia. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan diadakannya program KB (Keluarga Berencana) bagi seluruh keluarga yang ada di Indonesia. Fokus dari program ini adalah mengontrol jumlah kelahiran dalam satu keluarga, sehingga tercapai jumlah k...